Selasa, 09 Juni 2015

suntingan dekoding contoh

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 8 Juni 2015
Bacaan : Matius 7:1-5
Setahun: Nehemia 7-8
Nats: Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka
      engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan
      kayu itu dari mata saudaramu. (Matius 7:5)

Judul:

                             CERMIN DIRI

  Apakah Anda masih ingat alat penyerut pensil zaman dulu? Biasanya
  bentuknya bulat dan di bagian atasnya ada sebuah cermin. Pernahkah
  Anda berpikir, mengapa yang dipasang di situ cermin? Mengapa tidak
  pasang penghapus, misalnya, yang lebih berkaitan penggunaannya
  dengan pensil? Ada yang berpendapat, hal itu menunjukkan pembuatnya
  hendak menyatakan: sebelum kita memperbaiki sesuatu, hendaklah kita
  memeriksa keadaan diri dulu. Penafsiran yang menggelitik, ya?



  Banyak orang mau memperbaiki orang lain dan merasa orang lain itu
  salah. Sebaliknya, ia menganggap dirinya pasti sudah benar. Padahal,
  benarkah demikian, bahwa kita orang yang selalu benar? Tentu saja,
  sebagai manusia, kita masih rentan melakukan kesalahan. Perhatikan
  sikap Yesus terhadap hal ini. Suatu saat ada banyak orang yang ingin
  menghukum perempuan yang kedapatan berzinah. Mereka bertanya kepada
  Tuhan Yesus, "Apakah boleh menghukum perempuan itu dengan merajam
  dengan batu seperti hukum Musa?" Yesus menjawab, "Siapa yang tidak
  pernah berbuat dosa, lemparlah batu pertama kali kepada perempuan
  berdosa tersebut!" Siapa kita sehingga berani menghakimi orang lain?



  Firman hari ini bukan bermaksud mengajarkan bahwa kalau ada orang
  bersalah kita biarkan saja. Firman ini menekankan tentang pentingnya
  kita memperbaiki diri sebelum menuding dan mempersalahkan orang
  lain. Roh Kudus akan menolong kita untuk menyelaraskan kelakuan
  dengan kebenaran firman Tuhan, bukannya sibuk menghakimi orang lain.
  --Anton Siswanto

       SEORANG BIJAK SELALU MEMERIKSA DIRI DAN MERASA KURANG,
              SEORANG BODOH SELALU MERASA LEBIH PINTAR.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/06/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
        http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2015/06/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                   http://alkitab.sabda.org/?Matius+7:1-5

  Matius 7:1-5

   1  "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
   2  Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu
      akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan
      diukurkan kepadamu.
   3  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan
      balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
   4  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku
      mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di
      dalam matamu.
   5  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka
      engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu
      dari mata saudaramu."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Nehemia+7-8
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+7-8


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar